Memulai IP dengan Riset: Insight Brian Tanutama Zunaedy di IP Summit Semarang 2025

2025-12-28

Home / Berita / Memulai IP dengan Riset: Insight Brian Tanutama Zunaedy di IP Summit Semarang 2025

Industri kreatif Indonesia sedang berada di titik puncaknya. Namun, pertanyaan besar bagi para kreator tetap sama: Bagaimana cara memulai sebuah Intellectual Property (IP) yang benar-benar bertahan lama?

Pada gelaran IP Summit Semarang yang berlangsung tanggal 23-24 November 2025 lalu, Brian Tanutama Zunaedy, yang juga merupakan Founder dari KMI, membagikan perspektif mendalam mengenai strategi fundamental dalam membangun kekayaan intelektual.

Riset: Kompas dalam Membangun IP

Bagi Brian Tanutama Zunaedy, riset bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan kompas. Dalam sesi diskusinya di Semarang, ia menekankan bahwa kegagalan banyak IP lokal seringkali disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap audiens target.

Kita tidak bisa membangun IP hanya berdasarkan asumsi. Kita perlu data untuk mengetahui kepada siapa kita berbicara.

Menakar Relevansi: Umur, Gender, dan Genre

Salah satu poin utama yang dibahas Brian adalah pentingnya memahami relevansi antara umur dan gender dengan genre komik yang dikonsumsi. Riset ini menjadi krusial karena:

  1. Segmentasi yang Tepat: Kebutuhan psikologis pembaca usia remaja sangat berbeda dengan dewasa muda.
  2. Visual dan Narasi: Gender seringkali memengaruhi bagaimana pembaca merespons estetika visual dan kedalaman emosi dalam sebuah cerita.
  3. Efisiensi Produksi: Dengan riset yang matang, kreator tidak membuang energi pada elemen yang tidak relevan dengan target market mereka.

Strategi “Hybrid”: Memadukan Idealisme dan Selera Pasar

Berdasarkan analisis yang dipaparkan oleh Founder KMI ini, mayoritas audiens di Indonesia masih memiliki minat yang sangat tinggi pada dua genre besar: Horor dan Komedi.

Namun, Brian memberikan sebuah solusi cerdas bagi para kreator yang ingin tetap menjaga orisinalitasnya. Kesimpulannya adalah dengan melakukan kombinasi genre.

  • Pasar: Membutuhkan elemen Horor atau Komedi agar mudah diterima secara luas.
  • Author: Memasukkan genre favorit atau visi pribadi sebagai pembeda (USP).

Kombinasi antara apa yang diinginkan pasar (Horor/Komedi) dengan apa yang dicintai oleh author akan menciptakan sebuah IP yang memiliki “akar” komersial yang kuat namun tetap memiliki “ruh” yang unik.

Scroll to Top